Friday, 3 May 2013

Kitab Cinta Yusuf Zulaikha

"Saya takut menjadi musyrik. Saya takut menyekutukan Cinta saya kepad Allah karena cinta saya kepada Yusuf. Saya rindu untuk bisa dibelai Allah, tetapi hati saya dipenuhi kerinduan kepada Yusuf. Apakah saya sudah menjadi musyrik ya, Ustadz ? Tolonglah saya! Demi Allah, saya tidak kuasa untuk memilih satu cinta dari kerinduan ini. Rindu saya menggapai wajah Allah seiring rindu saya menggapai wajah Yusuf."

Rintihan Zulaikha merobek-robek angkasa malam.Cinta dan kerinduannya kepada Yusuf demikian mendalam.Inilah kitab cinta sang wanita muslimah kepada Yusuf-seorang pemuda muslimah yang diberkati wajah yang bercahaya.Akankah takdir Yang Maha Kuasa membimbingnya menyatukan jiwanya dengan jiwa Yusuf,sekalipun jalan cinta yang harus dilalui oleh sepasang insan ini demikian berliku? Cinta,keimanan,kerinduan,keindahan,mengamuk bersama nyala api
kecemburuan,iri,kebencian,kekecewaan,kepedihan,nafsu dan amarah.Sangat mendera iman..

Inilah novel spiritual Islam berbasis kisah al-Quran tentang Yusuf dan Zulaikha yang telah dieksplorasi ke dalam beragam karakter hidup,penafsiran,pengalaman dan perilaku umat kontemporer.Sebuah inspirasi hidup bagi kaum muslimin/muslimat dalam menjalin ibadah, cinta dan obsesi dinamika hidupnya.Sebuah mahakarya pengarang muslim terkemuka saat ini, Taufiqurrahman al-Azizy, yang telah berhasil membangkitkan ranah sastra religius Indonesia melalui Trilogi Makrifat cinta (Syahadat Cinta,Musafir Cinta dan Makrifat Cinta ).

Tiga paragraf diatas adalah sinopsis yang tertulis di sampul belakang novel ini. Jujur, baru kali ini saya membaca novel spiritualitas semacam Kitab Cinta Yusuf Zulaika. Dan saya jatuh cinta pada keindahan novel ini. Ceritanya jauh dari kata membosankan, gaya bahasa Taufiqurrahman al-Azizy mampu membuat perasaan kita larut dalam cerita cinta Yusuf Zulaika, membuat kita sulit untuk berhenti membacanya. Tidak heran jika novel ini merupakan salah satu best seller nasional. Sebenarnya saya ingin me-resensi novel ini . Dan resensi yang baik adalah resensi yang didalamnya juga terdapat ringkasan cerita -sesuatu yang diresensi-. Tapi saya bingung bagaimana menuliskan ceritanya. Bukan karena saya tidak paham, saya hanya takut bahasa yang saya gunakan akan mengurangi keindahan cerita ini sehingga menurunkan minat calon pembaca novel ini ketika membaca resensi saya. Jadi, baca sendiri saja ya. Insyaallah tidak menyesal, karena banyak hikmah yang dapat diambil dari kisah Yusuf Zulaikha. Tokoh Yusuf mengajarkan hakikat mencintai makhluk Allah dengan tetap menjaga cintanya kepada Tuhannya, sehingga apapun yang terjadi, cintanya tetap suci, hatinya senantiasa selalu ikhlas akan setiap takdir-Nya. Dan Zulaikha, dengan ketulusan cintanya yang hanya untuk Yusuf, kerinduannya yang amat mendalam terhadap Yusuf, tapi tetap menjaga martabatnya sebagai seorang wanita, hingga akhirnya menjadi sangat menderita karena cintanya terhadap Yusuf yang begitu membara. Novel ini juga mengajarkan pada kita agar menjaga cinta dari hawa nafsu dan keinginan untuk memiliki yang amat sangat dan agar tidak memaksakan kehendak cinta yang akhirnya bisa membuat kita lupa pada Tuhan, membuat kita menjadi orang yang hina yang melakukan segala cara hanya karena ingin cintanya berbalas, seperti halnya tokoh Atikah yang awalnya sangat tulus mencintai Yusuf. Taufiqurrahman juga memaparkan budaya perkotaan yang notabene merupakan asal Zulaikha dan budaya pedesaan melalui keindahan desa Telaga Sari dimana Yusuf tinggal dengan sangat indah, mengena, dan menarik. Hanya saja, akhir dari cerita ini kurang "greget" dan sedikit agak memaksa. Tapi secara keseluruhan bagus dan recommended buat dibaca.

Gaya bahasa Taufiqurrahman yang indah membuat saya jatuh cinta pada kalimat kalimatnya, seperti yang tertulis dibawah ini:
"Sesal Yusuf bertambah tambah tatkala ayahnya memperingatkan lisannya itu. Bercanda atau sunggug sungguh, atau hanya sekedar basa basi, atau hanya sekedar ingin mengalihkan pembicaraan, tidak semestinya Yusuf mengatakan sesuatu yang dapat menimbulkan kesalahpahaman siapapun, termasuk Zulaikha."
"Zulaikha, jatuh cinta itu nggak salah. Jatuh cinta adalah berkah. Cinta adalah keindahan, dan    keindahan selalu menyembunyikan kelemahan. Ketika hatimu tertambat pada seorang pemuda, maka matamu akan dibutakan dari kekurangan dan kelemahan yang dipunyai pemuda itu"
"Cinta seperti candu yang bayangannya saja sudah menyiksa. Cinta juga laksana candu yang semakin meminta ketika dipaksa untuk menjauhinya. Ketika jiwa dipanggil cinta, maka pada saat itu pula jiwa terikat kepadanya."
"Cinta adalah fitrah. Untuk itu, setiap manusia tidak bisa mengelak darinya. Mengelak darinya berarti menyangkal fitrahnya sendiri. Jika manusia tidak mendekatinya, cinta yang akan mendekat kepadanya. Lari menghindarinya justru akan menjadikan cinta cepat menangkapnya. Semakin menolaknya, semakin kuat manusia dicengkeram olehnya"
"Waktu itu cuma cuma, namun sangat berharga. Manusia tidak bisa menyimpannya, namun bisa menghabiskannya. Sekali membuangnya sia sia, tak bisa kembali mendapatkannya. Betapa tidak sedikit orang yang menghabiskan waktu dengan sia sia, dan untuk hal yang sia sia pula."
Dan masih banyak lagi :)

recommended novel :)

No comments:

Post a Comment